Jakarta, Kabar Kita — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong generasi muda memanfaatkan momentum bonus demografi dan perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara bijak untuk memperkuat daya saing bangsa.
Hal itu disampaikan Gibran saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (DPN Peradah) Indonesia di Pura Aditya Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Gibran, Indonesia sedang menuju puncak bonus demografi pada periode 2040–2045 ketika sebagian besar penduduk berada pada usia produktif. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan produktivitas nasional.
“Ini kesempatan kita, kekuatan kita, di saat banyak negara lain justru mengalami krisis populasi,” kata Gibran dalam sambutannya.
Ia menilai generasi muda memiliki peran penting untuk memaksimalkan momentum tersebut melalui peningkatan kapasitas diri, penguatan karakter, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Gibran juga mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak mengurangi kemampuan berpikir kritis. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kemampuan analisis manusia.
“Jangan terlalu ketergantungan dengan AI. Critical thinking penting, kemampuan problem solving penting, dan yang juga perlu ditekankan adalah cara berpikir komputasional. Gunakan AI secara bertanggung jawab dan sesuai etika,” ujarnya.
Gibran berharap organisasi kepemudaan seperti Peradah dapat bersinergi dengan pemerintah untuk memanfaatkan bonus demografi dan perkembangan teknologi sebagai modal menuju Indonesia Emas.
Ketua DPN Peradah Indonesia, I Putu Yoga Saputra, menyatakan organisasinya siap mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Selama program itu untuk rakyat, kami siap mendukung dan berjalan bersama pemerintah,” kata Yoga.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menyaksikan pelantikan pengurus DPN Peradah Indonesia periode 2025–2028.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu, antara lain Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama I Nengah Duija, Bendahara Parisada Hindu Dharma Indonesia Made Sumadiartaha, serta Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia Wikanti Yogi.
(ALB)

