Ngeri! Hindari Mobil dari Arah Berlawanan, Grandmax Ringsek Hantam Pembatas Jembatan Senyabang

Ngeri! Hindari Mobil dari Arah Berlawanan, Grandmax Ringsek Hantam Pembatas Jembatan Senyabang

Sanggau, Kabar Kita – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Batang Tarang–Tayan Hulu, tepatnya di Jembatan Senyabang, Dusun Senyabang, Desa Senyabang, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Sebuah mobil Mitsubishi Grandmax bermuatan pupuk menabrak pembatas jembatan setelah pengemudinya diduga menghindari kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.

Kendaraan berwarna hitam bernomor polisi KB 8254 GR itu dikemudikan Bandi, 37 tahun, warga Batu Layang, Kecamatan Pontianak Timur. Di dalam kendaraan turut berada dua penumpang, yakni Sihen, 28 tahun, warga Batulayang, Pontianak, dan Rio, 30 tahun, warga Desa Kelam Permai, Kabupaten Sintang.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan awal yang dihimpun polisi, mobil melaju dari arah Batang Tarang menuju Tayan Hulu dengan kecepatan sedang. Saat memasuki Jembatan Senyabang, dari arah berlawanan muncul sebuah kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Untuk menghindari potensi tabrakan, pengemudi membanting kemudi ke sisi kiri. Namun, kendaraan kehilangan kendali dan menghantam tiang pembatas jembatan. Benturan keras menyebabkan bagian depan mobil mengalami kerusakan cukup parah.

Akibat kecelakaan tersebut, ketiga orang di dalam kendaraan mengalami luka-luka. Bandi mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan mengeluhkan nyeri di bagian pinggang. Sihen mengalami luka di wajah serta lecet pada kedua kaki dan jari kaki. Sementara Rio menderita luka lecet pada kedua kaki, luka di pipi kiri, serta nyeri pada bahu kiri.

Seluruh korban dalam kondisi sadar dan segera dievakuasi ke Puskesmas Batang Tarang untuk mendapatkan perawatan medis.

Personel Polsek Batang Tarang yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi korban dan kendaraan yang mengalami kecelakaan. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, dan menyusun laporan sebagai bagian dari penyelidikan.

Kapolsek Batang Tarang, Ipda Miskun, mengatakan dugaan sementara kecelakaan dipicu manuver pengemudi yang berusaha menghindari kendaraan dari arah berlawanan.

“Kami telah melakukan penanganan mulai dari mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, hingga mengumpulkan keterangan para saksi. Dugaan sementara kecelakaan terjadi ketika pengemudi berupaya menghindari kendaraan dari arah berlawanan sehingga kendaraan keluar dari jalur dan menabrak pembatas jembatan. Namun, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” kata Miskun.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jembatan maupun ruas jalan yang memiliki ruang gerak terbatas.

Menurut Miskun, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi faktor penting untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya, terutama di jalur yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

(Nanda)


Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *