Oplus_131072
Singkawang, Kabar Kita — Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, membuka secara resmi Ramadan Fair 2026 di Mess Daerah Singkawang, Rabu, 18 Februari 2026. Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Muhammadin serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kegiatan tahunan ini menghadirkan sekitar 100 stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjajakan beragam makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Selain itu, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan hiburan dan lomba untuk mengisi waktu masyarakat menjelang berbuka.
Tjhai Chui Mie mengatakan pasar juadah dalam Ramadan Fair bukan hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga ruang interaksi sosial lintas latar belakang. Ia menilai kegiatan tersebut mampu memperkuat silaturahmi antarwarga tanpa memandang perbedaan suku dan agama.
“Tidak hanya masyarakat muslim, warga nonmuslim juga bisa menikmati suasana dan kuliner di sini. Ini menjadi ruang interaksi bersama,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan Ramadan Fair juga berdampak pada perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM lokal. Ia mendorong panitia untuk terus berinovasi dalam menghadirkan kegiatan yang menarik minat pengunjung.
Salah satu gagasan yang diusulkan adalah kegiatan “berburu takjil” atau war takjil untuk menambah daya tarik acara. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, Pemerintah Kota Singkawang juga berencana menggelar buka puasa bersama masyarakat di lokasi Ramadan Fair. Kegiatan tersebut akan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta anak yatim.
Sementara itu, Ketua Panitia Ramadan Fair 2026, Dido Sanjaya, menyebutkan sebagian besar stan telah terisi. Dari total 100 stan yang disediakan, 80 stan sudah terkonfirmasi, sementara sisanya masih dalam proses.
“Sebanyak 40 stan diperuntukkan bagi penjual takjil dan 60 stan untuk pelaku UMKM dengan produk unggulan masing-masing,” kata Dido.
Panitia, kata dia, juga meningkatkan aspek keamanan, khususnya pada desain tenda yang dibuat lebih kokoh untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Pengamanan area kegiatan juga dilakukan selama 24 jam guna menjaga keamanan barang para pedagang.
Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Singkawang dan Forkopimda dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.
(Nanda)
