Sanggau, Kabar Kita— Sebuah mortir yang diduga masih aktif ditemukan di dasar Sungai Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Benda berbahaya itu sempat berada di tangan warga sebelum akhirnya diserahkan ke Kepolisian Sektor Beduai untuk diamankan.
Mortir tersebut ditemukan pada Minggu malam, 15 Februari 2026 sekitar pukul 22.20 WIB. Mario Febrian, 33 tahun, warga Dusun Timaga, Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau Kalbar. menemukan benda mencurigakan itu saat menyelam mencari ikan di pertemuan aliran Sungai Beduai.
Dari bentuk fisiknya, benda itu diduga sebagai mortir yang masih aktif. Menyadari potensi bahaya, Mario tidak membawanya ke permukiman. Ia mengangkat mortir ke daratan, lalu memindahkannya ke lokasi aliran Sungai Sekayam yang lebih jauh dari rumah warga sebagai langkah antisipasi.
Dua warga lain, Oktavianus Leo dan Markus Gedeg, turut mengetahui penemuan tersebut.
Pada Selasa siang, 17 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, Mario mendatangi Markas Polsek Beduai dan menyerahkan mortir tersebut kepada polisi.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana membenarkan adanya penyerahan satu mortir yang diduga masih aktif dari warga.
“Kami menerima satu buah mortir yang diduga masih aktif. Kami mengapresiasi warga yang tidak bertindak ceroboh dan segera menyerahkannya kepada kepolisian,” ujar Heri.
Menurut dia, analisis awal mengindikasikan mortir tersebut kemungkinan merupakan sisa konflik bersenjata atau peninggalan masa perang di wilayah Kalimantan Barat. Namun, kepastian mengenai kondisi dan tingkat keaktifannya masih menunggu pemeriksaan tim penjinak bahan peledak (Jibom).
Penemuan ini juga memunculkan dugaan adanya benda serupa yang masih terpendam di aliran sungai atau di dalam tanah kawasan Beduai. Polisi mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Beduai maupun Sungai Sekayam agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak.
“Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat untuk penanganan sesuai prosedur,” kata Heri.
Polsek Beduai menyatakan akan berkoordinasi dengan tim Jibom untuk pengamanan lebih lanjut serta melakukan penyuluhan kepada warga mengenai bahaya bahan peledak sisa perang. Hingga Selasa sore, situasi di Kecamatan Beduai dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali.
(Nanda)
