Sanggau, Kabar Kita — Aksi pencurian mobil di kawasan Komplek Makam Cina, Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Desa Tanjung Kapuas, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, berujung pada penangkapan empat terduga pelaku. Satu orang lainnya hingga kini masih dalam pengejaran polisi.
Kawasan yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut berada di jalur strategis penghubung antardaerah. Peristiwa terjadi pada Kamis dini hari, 26 Februari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Korban, Adrianus Gimbong, melaporkan kehilangan satu unit mobil Toyota Calya warna merah tua metalik bernomor polisi B 1760 DOW.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sanggau bergerak setelah menerima laporan dan informasi adanya upaya penjualan kendaraan yang diduga hasil curian pada pagi harinya.
Dari penyelidikan, polisi mengamankan dua terduga pelaku berinisial REP dan DA di sebuah rumah di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tanjung Kapuas. Keduanya disebut berperan dalam eksekusi pencurian kendaraan di lokasi TKP.
Pengembangan kasus membawa polisi menangkap IA di Jalan Semboja Indah II, Kelurahan Bunut. Sementara itu, terduga pelaku KM ditangkap di Jalan Anggrek, Kelurahan Sungai Sengkuang. Saat hendak diamankan, KM sempat mencoba melarikan diri melalui balkon rumah dan bersembunyi di dalam tangki air sebelum akhirnya berhasil ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Fariz Kautsar Rahmadhani, mengatakan para pelaku diduga beraksi secara bersama-sama pada dini hari saat situasi di sekitar TKP relatif sepi.
“Empat orang sudah kami amankan berikut barang bukti kendaraan. Satu pelaku lainnya berinisial NR masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang,” ujar Fariz, Sabtu, 28 Februari 2026.
Polisi menyita barang bukti berupa satu unit mobil milik korban, satu lembar STNK atas nama Heru Rokhim, serta satu buah kunci kendaraan. Para terduga pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Hingga kini, aparat masih memburu NR dan mendalami kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan pihak lain dalam kasus pencurian yang terjadi di Komplek Makam Cina tersebut.
(Nanda)
