Warga Desak Pemerintah Turun! Dugaan Pencemaran Sungai Oleh PT MKS

Warga Desak Pemerintah Turun! Dugaan Pencemaran Sungai Oleh PT MKS

Sanggau, Kabar Kita – Aktivitas pabrik kelapa sawit milik PT Mitra Karya Sentosa (MKS) di Dusun Plaman Mayan, Desa Semongan, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, diduga mencemari Sungai Saeh. Limbah pabrik dilaporkan mengalir ke badan sungai dan berdampak terhadap sejumlah dusun di wilayah Kabupaten Sanggau.

Dampak pencemaran dirasakan warga di Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, meliputi Dusun Sungai Daun, Sungai Pinang, Malenggang, Miruk, dan Tapang Sebeluh. Sungai yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari kini berubah kondisi.

Sejumlah warga mengeluhkan air sungai yang tidak lagi jernih. Warna air disebut berubah menjadi keruh, disertai bau menyengat, sehingga tidak layak digunakan untuk mandi, mencuci, maupun konsumsi.

“Air sekarang keruh dan bau. Kami khawatir menggunakannya, padahal selama ini sungai jadi sumber utama,” ujar seorang warga, Selasa (31/3).

Perubahan kualitas air tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pembuangan limbah dari pabrik kelapa sawit yang berada di hulu aliran sungai. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak PT Mitra Karya Sentosa terkait dugaan tersebut.

Pemerintah daerah dan instansi lingkungan hidup di Kabupaten Sanggau juga belum menyampaikan hasil pemeriksaan atau langkah penanganan atas laporan warga. Belum diketahui apakah telah dilakukan pengambilan sampel air untuk memastikan tingkat pencemaran.

Warga mendesak pemerintah segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi menyeluruh, termasuk menguji kualitas air dan menelusuri sumber pencemaran. Mereka juga meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan.

Kasus ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap pengelolaan limbah industri kelapa sawit di wilayah Sanggau, terutama yang berpotensi berdampak langsung pada sumber air dan kesehatan warga.

(Nanda)


Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *