Polres Mempawah Bongkar Belasan Kasus Penyakit Masyarakat

Polres Mempawah Bongkar Belasan Kasus Penyakit Masyarakat

Mempawah, Kabar Kita — Polres Mempawah, Polda Kalimantan Barat, mengungkap 14 kasus selama pelaksanaan Operasi Pekat Kapuas 2026 yang berlangsung sejak 29 April hingga 12 Mei 2026. Seluruh kasus yang terungkap diproses melalui jalur hukum.

Baca Juga: Gara-Gara Lubang Jalan Trans Kalimantan KM 12 Toba, Sopir Truk Tangki Meregang Nyawa

Hasil operasi tersebut disampaikan Wakapolres Mempawah, Kompol Antonius Trias Kuncorojati, dalam konferensi pers di Mapolres Mempawah, Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam konferensi pers itu, Antonius didampingi Kabag Ops AKP Erwin Simanjuntak, Kasat Narkoba AKP Agus Trimarsono, Kasat Sabhara AKP Tohari, serta jajaran Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Mempawah.

Menurut Antonius, Operasi Pekat Kapuas merupakan agenda kepolisian untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat, mulai dari perjudian, penyalahgunaan narkotika, peredaran minuman keras, prostitusi, hingga aksi premanisme.

“Operasi Pekat Kapuas ini bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Mempawah,” kata Antonius.

Ia menjelaskan, jumlah target operasi pada 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 terdapat lima target operasi, tahun ini meningkat menjadi delapan target operasi dan seluruhnya berhasil diselesaikan.

Meski target operasi bertambah, jumlah kasus yang terungkap justru menurun. Pada Operasi Pekat Kapuas 2025 tercatat 20 kasus dengan 32 pelaku, sedangkan pada 2026 terdapat 14 kasus dengan 26 pelaku.

Namun demikian, penanganan hukum terhadap kasus yang terungkap mengalami peningkatan. Pada 2025 hanya delapan kasus yang diproses hukum, sementara pada tahun ini seluruh kasus yang terungkap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Antonius menilai, penurunan jumlah kasus menunjukkan langkah pencegahan dan pembinaan yang dilakukan kepolisian mulai berjalan efektif dalam menekan angka kriminalitas dan penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Mempawah.

“Penurunan jumlah kasus bukan berarti kinerja Kepolisian menurun, tetapi menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pembinaan yang kami lakukan berjalan efektif,” ujarnya.

(Nanda)

Baca Juga: Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Tuai Polemik, Penilaian Juri Dipersoalkan


Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *