Menjelang Gawai Dayak, Jembatan Temurak Justru Kembali Rusak

Menjelang Gawai Dayak, Jembatan Temurak Justru Kembali Rusak

Sanggau, Kabar Kita — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali merusak Jembatan Temurak di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir. Kerusakan pada akses penghubung vital menuju Kecamatan Tayan Hilir itu memicu kekhawatiran warga karena dapat mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi aktivitas ekonomi.

Baca Juga: Sampah Menumpuk di Kembayan, Pengamat Soroti Lemahnya Tata Kelola Pemerintah

Kerusakan terbaru terjadi setelah hujan berintensitas tinggi melanda kawasan tersebut pada Rabu malam, 13 Mei 2026. Debit air yang meningkat menggerus timbunan jembatan yang sebelumnya telah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat bersama unsur pemerintah kecamatan dan pihak perusahaan.

Kapolsek Meliau Iptu Supar mengatakan jembatan itu sebelumnya sempat mengalami kerusakan dan telah diperbaiki melalui gotong royong lintas pihak. Namun cuaca ekstrem kembali memperparah kondisi infrastruktur tersebut.

“Jembatan ini sebelumnya sudah diperbaiki bersama Forkopimcam, pihak perusahaan, dan masyarakat. Tetapi hujan deras kembali berdampak terhadap kondisi jembatan,” kata Supar, Kamis, 14 Mei 2026.

Aparat kepolisian bersama warga langsung melakukan penanganan darurat dengan menimbun bagian jembatan menggunakan kerikil batu yang dimasukkan ke dalam karung. Langkah sementara itu dilakukan untuk mencegah kendaraan terperosok sekaligus menjaga akses jalan tetap dapat dilalui.

Personel Bhabinkamtibmas bersama masyarakat juga terlihat membantu mengatur arus kendaraan yang melintas secara bergantian. Kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintasi jembatan dengan pengawasan petugas di lapangan.

Menurut Supar, pengaturan lalu lintas dilakukan demi meminimalkan risiko kecelakaan, terutama saat kondisi jalan licin akibat hujan.

“Kami bersama masyarakat berupaya agar akses jalan tetap bisa digunakan meskipun pengendara harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Jembatan Temurak memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi jalur penghubung utama menuju Kecamatan Tayan Hilir. Selain digunakan untuk aktivitas harian warga, akses tersebut juga menjadi jalur menuju Rumah Adat Betang Meliau yang dijadwalkan menjadi lokasi kegiatan budaya Gawai Adat Dayak pada 18 Mei 2026 mendatang.

Pemerintah Desa Meliau Hilir dan pihak kecamatan disebut telah berkoordinasi untuk mempercepat perbaikan lanjutan. Perbaikan permanen dinilai mendesak mengingat tingginya aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut setiap hari.

Polsek Meliau mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi Jembatan Temurak, terutama pada malam hari atau ketika hujan turun. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lokasi.

Hingga Kamis siang, arus lalu lintas di sekitar jembatan masih berjalan terbatas dan aparat bersama warga tetap bersiaga untuk mengantisipasi kerusakan lanjutan.

(Nanda)

Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Sanggau Masuk Sidang, Pengamanan Diperketat


Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *