Oplus_131072
TEHERAN, Kabar Kita — Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Kabar tersebut dikonfirmasi pada Ahad (1/3/2026) oleh media pemerintah Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Khamenei tewas dalam serangan yang disebut sebagai agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat. Pernyataan serupa juga disampaikan Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran serta kantor resmi Khamenei.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan kegiatan resmi selama tujuh hari.
Menurut keterangan resmi, Khamenei meninggal di ruang kerjanya yang berada di kompleks kediaman pribadinya di kawasan utara Teheran. Wilayah tersebut dikenal sebagai area permukiman elit yang banyak dihuni pejabat sipil dan militer Iran.
Selain Khamenei, sejumlah orang dilaporkan turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Mereka antara lain Direktur Kantor Pemimpin Tertinggi, Mohammad Mohammadi Golpayegani—yang dalam laporan awal disebut dengan nama Hirjazi—penasihat senior Ali Shamkhani, serta beberapa anggota keluarga Khamenei, termasuk seorang putri, menantu laki-laki, dan seorang cucu. Total korban tewas dilaporkan mencapai sekitar tujuh orang.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Khamenei telah dipindahkan dari kediamannya menjelang serangan. Namun, berdasarkan konfirmasi dari tiga lembaga resmi Iran, ia dinyatakan wafat di ruang kerjanya di kompleks tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait laporan serangan yang disebut-sebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Perkembangan situasi politik dan keamanan di kawasan diperkirakan akan menjadi perhatian dunia menyusul kabar tersebut, mengingat posisi sentral Khamenei dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.
(Fitri)
