Pengancaman di Landak! Gara-Gara Utang, Pria Ini Ancam Korban Lalu Rampas HP

Pengancaman di Landak! Gara-Gara Utang, Pria Ini Ancam Korban Lalu Rampas HP

LANDAK, Kabar Kita — Upaya penagihan utang berujung dugaan tindak pidana pencurian dengan ancaman terjadi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Seorang pria berinisial S alias A diamankan aparat kepolisian setelah diduga mengambil telepon seluler milik korban dalam situasi penuh ketegangan.

Peristiwa itu bermula ketika pelaku bersama seorang rekannya mendatangi rumah korban untuk menagih utang sebesar Rp2 juta. Namun, korban tidak dapat memenuhi janji pembayaran, sehingga memicu ketegangan di antara mereka.

Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam korban. Korban yang panik kemudian melarikan diri sambil meminta pertolongan. Saat melarikan diri, telepon seluler miliknya, Oppo Reno 4, terjatuh di sekitar lokasi kejadian. Pelaku lalu mengambil ponsel tersebut sebelum meninggalkan tempat kejadian.

Setelah kejadian, pelaku melarikan diri menuju wilayah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Berdasarkan hasil penyelidikan, telepon seluler tersebut diduga akan dijual untuk membiayai perjalanan pelaku kembali ke kampung halamannya.

Kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Pada Rabu, 29 April 2026, aparat dari Unit Jatanras Polres Landak melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Entikong. Informasi mengenai keberadaan pelaku diperoleh pada sore hari.

Sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku berhasil diamankan oleh anggota Polsek Entikong. Keesokan harinya, Kamis, 30 April 2026, tim dari Polres Landak menjemput pelaku untuk dibawa ke Markas Polres Landak guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Landak, AKP Kuswiyanto mengatakan, pihaknya merespons cepat laporan masyarakat sehingga pelaku dapat diamankan dalam waktu singkat. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara melanggar hukum.

“Apabila terdapat permasalahan, sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang benar,” ujarnya.

Korban mengaku mengalami trauma akibat ancaman senjata tajam saat kejadian. Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi atas kinerja kepolisian yang berhasil menangkap pelaku dengan cepat.

“Saat kejadian saya sangat takut karena diancam dengan pisau. Yang penting saya selamat,” kata korban.

(Nanda)


Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *