40 Mahasiswa IAIN Pontianak Diterjunkan ke Dua Dusun di Mempawah

40 Mahasiswa IAIN Pontianak Diterjunkan ke Dua Dusun di Mempawah

Mempawah, ZONA Kalbar.id – Sebanyak 40 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi memulai Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kamis, 23 Juli 2026. Program pengabdian tersebut diawali dengan seremoni penerimaan oleh pemerintah desa yang dihadiri unsur kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para peserta KKL.

Para mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 20 orang. Kelompok pertama ditempatkan di Dusun Gedung Intan, sedangkan kelompok kedua menjalankan kegiatan di Dusun Sri Medan. Pembagian lokasi dilakukan agar program kerja dapat menjangkau kebutuhan masyarakat di masing-masing dusun.

Kepala Desa Peniti Dalam II, Agustono, menyambut baik pelaksanaan KKL di wilayahnya. Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan program yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Selamat datang para mahasiswa, semoga kalian betah di sini. Buatlah program yang bersinergi dan berkelanjutan,” kata Agustono.

Menurut dia, keberhasilan KKL tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari dampak yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, mahasiswa diminta beradaptasi dengan lingkungan, menjunjung nilai gotong royong, serta aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa.

Perwakilan mahasiswa KKL IAIN Pontianak, Muhammad Fazri, mengatakan seluruh peserta datang dengan semangat belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Ia memastikan mahasiswa akan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan warga.

“Semoga kehadiran kami dapat memberikan dampak positif bagi Desa Peniti Dalam II, khususnya di Dusun Gedung Intan dan Dusun Sri Medan. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk menghadirkan program yang bermanfaat,” ujarnya.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Fitri Muthmainnah, M.Pd., mengingatkan mahasiswa agar menjaga komunikasi dengan pemerintah desa, menjunjung etika selama berada di tengah masyarakat, serta menyusun program kerja berdasarkan hasil observasi di lapangan.

Ia menekankan pentingnya koordinasi agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan tetap memberikan manfaat meski masa KKL telah berakhir.

Selama masa KKL, mahasiswa dijadwalkan melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan potensi desa. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa sekaligus mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Pembukaan KKL ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara mahasiswa, pemerintah desa, serta para tamu undangan sebagai penanda dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa IAIN Pontianak di Desa Peniti Dalam II.

(Nanda)


Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *