Sanggau, Kabar Kita – Dugaan penyimpangan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU 64.785.09 Tanap Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, memicu keluhan warga. Mereka menilai distribusi solar bersubsidi di SPBU tersebut tidak berjalan sesuai ketentuan sehingga menyulitkan masyarakat yang berhak memperoleh BBM subsidi.
Sejumlah warga meminta PT Pertamina Patra Niaga segera melakukan pemeriksaan terhadap mekanisme penyaluran BBM di SPBU tersebut. Menurut warga, pengawasan perlu diperketat agar subsidi yang dibiayai negara tidak disalahgunakan.
Pengamat Kebijakan Publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, mengatakan dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi tidak boleh dianggap sebagai persoalan administratif semata. Menurut dia, apabila terbukti terjadi penyaluran yang tidak sesuai peruntukan, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat sekaligus berpotensi merugikan keuangan negara.
“BBM bersubsidi merupakan barang yang disubsidi oleh negara untuk kelompok masyarakat tertentu. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan harus segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh,” kata Herman, Selasa (21/7/2026).
Ia menilai Pertamina bersama instansi terkait perlu melakukan audit terhadap pola distribusi dan transaksi di SPBU yang menjadi sorotan masyarakat. Langkah tersebut penting untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berlangsung sesuai regulasi.
Menurut Herman, pengawasan juga tidak cukup dilakukan melalui pemeriksaan administrasi, tetapi harus dibarengi pengawasan lapangan secara berkala. Jika ditemukan pelanggaran, kata dia, sanksi harus diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Penegakan aturan harus dilakukan secara konsisten. Jika terdapat unsur pidana, aparat penegak hukum perlu memprosesnya sesuai peraturan perundang-undangan. Namun, seluruh proses harus didasarkan pada hasil penyelidikan dan alat bukti yang memadai,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPBU 64.785.09 Kembayan maupun PT Pertamina Patra Niaga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
(Nanda)




